Selasa, 12 Juni 2012

RENTABILITAS DAN SOLVABILITAS

1. Rentabilitas

Rentabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan   perbandingan antara  laba  dengan aktiva   atau modal  yang menghasilkan  laba tersebut. Dengan kata  lain rentabilitas  adalah  kemampuan  suatu perusahaan  untuk menghasilkan laba  selama  periode  tertentu (Bambang Riyanto, 1997,     hal 35).
Adapun  cara penilaian  Rentabilitas  adalah :
a. Rasio  Rentabilitas  Ekonomi (Earning Power)
Rentabilitas  ekonomi  ialah perbandingan antara  laba usaha  dengan modal  sendiri  dan modal asing  yang dipergunakan  untuk  menghasilkan  laba tersebut  dan dinyatakan  dalam  persentase (Bambang Riyanto, 1997, hal  36).
Modal   yang diperhitungkan   untuk menghitung  rentabilitas  ekonomi   hanyalah modal   yang  bekerja  didalam perusahaan  (Operating Capital / Assets). Demikian pula laba  yang diperhitungkan  untuk menghitung   rentabilitas  ekonomi  hanyalah  laba yang berasal  dari operasi   perusahaan,  yaitu  yang disebut   laba usaha  (Net  Operating  Income).
Rumus :
Rentabilitas Ekonomi  =      Net Operating Income     X 100 %
Operating Capital / Assets

Tinggi  rendahnya  rentabilitas  ekonomi  ditentukan  oleh dua faktor   yaitu :
-  Profit   Margin,  yaitu  perbandingan  antara  “Net  Operating Income”, dengan “Net Sales”, perbandingan   mana dinyatakan   dalam persentase.
- Turnover  of Operating  Assets  (Tingkat  perputaran aktiva  usaha), yaitu kecepatan berputarnya  operating  asets  dalam  suatu  periode tertentu.
b.     Rentabilitas modal sendiri
Rentabilitas  modal sendiri atau sering  juga  dinamakan rentabilitas  usaha adalah  perbandingan  antara  jumlah  laba yang  tersedia  bagi  pemilik   modal sendiri  disatu   pihak  dengan jumlah   modal sendiri  yang menghasilkan   laba tersebut  dilain  pihak (Bambang Riyanto, 1997, hal 44).
Rumus  :
Rentabilitas Modal Sendiri =          EAT              X 100 %
        Modal Sendiri


 2. SOLVABILITAS

Solvabilitas perusahaan menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajiban finansiilnya jika dilikuidasikan. Bila sebuah perusahaan  dilikuidasikan, apakah kekayaan yang dimiliki perusahaan tersebut cukup untuk memenuhi seluruh utang-utangnya. Jadi, solvabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan statu perusahaan membayar semua utang-utangnya.

Berbagai literatur sepakat bahwa solvabilitas sebuah perusahaan dapat dilihat pada neracanya. Namur terjadi silang pendapat dalam persoalan neraca mana yang digunakan? Neraca likuidasi atau neraca operasional sehari-hari. Sebenarnya bila berdasarkan neraca likuidasi pun ádalah tidak salah, karena dalam menentukan solvabilitas mayoritas menggunakan nilai penjualan atau nilai likuidasi dari aktiva. Dan juga tidak salah bila menganut opini kontinuitas, komplementaritas dari preusan yang tidak lain solvabilitas berbasis nilai sebenarnya dari aktiva yang dimiliki preusan dalam keadaan operasi.

Solvabilitas perusahaan diukur dengan membandingkan aktiva di satu sisi dengan jumlah utang-utang di sisi lain. Cara lain dikemukakan dapat berdasarkan pada perbandingan modal sendiri sebagai kelebihan aktiva dari utang-utang dengan jumlah total utang. Solvabilitas preusan tidak terlupa adalah tidak melibatkan intangible asset dalam perhitungannya.

Bila jumlah utang bertambah, jumlah dari exceso value secara absolut akan tetap. Hal tersebut, karena bertambahnya utang disertai dengan bertambahnya aktiva. Akan tetapi dalam angka tidak absolut atau persentasenya telah terbukti semakin kecil. Itu karena solvabilitas perusahaan tidak lain rasio antara aktiva dengan utang, maka solvabilitas diubah melalui dua cara.

 Cara pertama, menambah aktiva tanpa menambah utang atau menambah aktiva relatif lebih besar daripada tambahan utang.

Debt to total asset ratio(DR) =  Total hutang   x100%
                                                     Total aktiva

Cara yang kedua ialah mengurangi utang tanpa mengurangi aktiva atau dengan kata lain mengurangi utang relatif lebih besar dari berkurangnya aktiva.

Debt to equity ratio (DER) = Total hutang  x 100%
                                                    Ekuitas

Cara pertama maupun cara kedua dalam penggunannya terungkap memerlukan tambahan modal sendiri. Ini berarti, tambahan modal sendiri pada cara pertama ditambahkan untuk aktiva, sedangkan pada cara kedua dipergunakan untuk mengurangi utang. Solvabilitas perusahaan dengan mudah diingat dan lama bersemayam dalam benak dengan mengingat sepatah kalimat, "Rasio aktiva dengan utang".

Kamis, 07 Juni 2012

Kampus ku

Gunadarma. Tak pernah terpikir akan bertemu , mengenal, dan kuliah disini. Memang sudah suratan Yang Maha Kuasa aku kuliah disini. Yang mendorongku kuliah digunadarma adalah orang tua, yang saat itu menurut mereka kuliah digunadarma murah. Biaya kuliah di Gunadarma sebenarnya tak beda jauh dengan kampus lain hanya saja di Gunadarma uang gedungnya bisa dicicil persemester jadi terasa lebih ringan. Saat pertama datang ke Gunadarma tak ada yang kutahu seperti apa kampus ini dipikiranku hanya satu KULIAH. Mm kini sudah 3 tahun aku menimba ilmu di Gunadarma kalimalang bersama teman sekelasku yang hanya 10 orang, sudah banyak cerita disana, kebanggaan dan kekecewaan yang beradu dalam perjalananku. Segala yang ada di dunia ini pasti ada kelemahan dan kelebihan karena seyogyanya tak ada yang sempurna kecuali Allah semata. Begitupun dengan Gunadarma, kampus ku tercinta, tempatku menimba ilmu, mengembangkan potensiku.

Sebenarnya Gunadarma tak buruk-buruk amat sih, hanya beberapa yang perlu diperbaiki. Pertama untuk kurikilumnya, masih banyak ketinggalan dengan kampus lain. Jadi perlu adanya peremajaan atau penyesuaian kurikulum tiap tahunnya. Dengan melihat pada perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.  

Yang kedua, mengenai Dosen nya. Selama saya disini saya masih menemukan ada beberapa dosen yang mengajar mata kuliah yang menurut saya beliau masih kurang kompeten dalam bidang tersebut. Dan ada juga beberapa dosen metode mangajarnya terkesan seadanya seolah mereka masih belajar mengajar. halooo kami ini mahasiswa, kami bayar, kami kuliah untuk mendapat ilmu bukan jadi kelinci percobaan. 

Yang ketiga, pelayanannya. mm masalah pelayanan mahasiswanya memang sudah banyak yang menggunakan sistem online tapi masih banyak juga yang mengalami keterlamabatan. misal kita buat surat keterangan seharusnya jadi dalam waktu 1 minggu ternyata molor sampai 1 bulan. Kalau seperti ini bagaimana mahasiswa bisa tepat waktu. waktu kami pun juga sering terbuang hanya karna menunggu informasi yang terlambat. 

Sebenarnya masih banyak kekecewaan yang saya rasakan saat saya kuliah disini. tapi sudahlah tak perlu saya ungkap semua. Seperti yang sampaikan diawal bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini. Meski saya kecewa tapi saya tak kan menyesal. karena sebenarnya seperti apapun kampusnya yang penting adalah kita sendiri, bagaimana kita mampu mengorganisir diri kita dengan keminimalan yang kita dapat. Sehebat apapun kampusnya kalau mahasiswanya malas percuma saja. ya seperti iklan itu lho apapun makanannya minumnya .... (nglantur dikit ga apa apa kan :) )